Jumat, 01 Januari 2010

Metode Pembangunan Pada Koperasi Sekolah SMA Negeri 12 Bekasi Tahun 2008

Daftar isi

Bab 1

Landasan Hukum

1




Bab 2

Pendahuluan

2


2.1 Hasil Pemeriksaan Anggota Aktif

2


2.2 Hasil Pemeriksaan Anggota Tidak Aktif

2


2.3 Hasil Pemeriksaan Kepengurusan

2


2.4 Hasil Pemeriksaan Pengawas

2




Bab 3

Sistem Pembagian SHU

4


3.1 Pendahuluan

4


3.2 Berdasarkan pada Jasa Simpanan

4


3.3 Berdasarkan pada Jasa Usaha

4


3.4 Berdasarkan pada Lain-lain

4




Bab 4

Persentase Pembagian SHU

5

BAB 1

Landasan Hukum

Landasan Koperasi Indonesia merupakan pedoman dalam menentukan arah,tujuan,peran serta kedudukan koperasi terhadap pelaku-pelaku ekonomi lainnya didalam system perekonomian Indonesia.Dalam UU No.25/1992 tentang pokok-pokok perkoperasian,koperasi Indonesia mempunyai landasan sebagai berikut. (a) Landasan idiil,sesuai dengan bab II UU No. 25/1992,Landasan Idiil Koperasi Indonesia adalah Pancasila,dan (b) Landasan structural,ialah undang-undang dasar 1945.

Landasan dan asas koperasi umumnya terdiri dari tiga hal sebagai berikut :

  1. Pandagan Hidup dan cita-cita moral yang ingin dicapai suatu bangsa.

Unsur ini lazimnya disebut sebagai landasan cita-cita atau landasan idiil yang menetukan arah perjalanan usaha koperasi.

  1. Semua Ketentuan atau tata tertib dasar yang mengatur agar falsafah

Bangsa,sebagai jiwa dan cita-cita moral bangsa benar-benar dihayati dan diamalkan. Unsur landasan koperasi yang kedua ini disebut sebagai landasan structural.

  1. Adanya rasa karsa untuk hidup dengan mengutamakan tindakan saling

Tolong menolong diantara sesama manusia berdasarkan ketinggian budi dan harga diri,serta dengan kesadaran sebagai makhluk pribadi yang harus bergaul dan bekerjasama dengan orang lain. Sikap dasar yang demikian ini dikenal sebagai asas koperasi.

BAB II

Pendahuluan

1. Hasil Pemeriksaan

a. Keanggotaan

- Anggota 1 januari 2008 = 24 orang

- Anggota Baru = 5 orang

- Anggota tidak Aktif = 16 orang

- Jumlah Anggota yang keluar = 14 orang

-Jumlah anggota sampai tanggal 31 desember 2008 = 40 orang

Jumlah anggota naik 3.94 % Jumlah anggota yang aktif naik 6.15%.

b. Kepengurusan

Jumlah Pengurus Tahun 2007 = 6 orang

Aktif = 3 orang (44,44%)

Jumlah Pengurus Tahun 2008 = 5 orang

Aktif = 4 orang (60%)

Jumlah Pengurus turun 55,56 % Jumlah pengurus yang aktif naik 15,56%

c. Pengawas

Jumlah Pengurus Tahun 2007 = 5 orang

Aktif = 4 orang

Jumlah Pengurus Tahun 2008 = 3 orang

Aktif = 3 orang

d. Tabel Anggota

No

NAMA

L/P

1

Ani Juliani

P

2

Ari Tika

P

3

Aristika

P

4

Ayu Trias

P

5

Anggana Dewa

P

6

Andhira arum

P

7

Ari kurniawan

L

8

Agung sugiarto

L

9

Anita luciana

P

10

Anita juliana

P

11

Anti Bandu

P

12

Abi putro

L

13

Abdul R. Hakim

L

14

Adam Husein

L

15

Adam maulana

L

16

Adi Prastowo

L

17

Aditya Priadi

L

18

Afit widiyanto

L

19

Agung Rahmat D

L

20

Agus Maulana

L

21

Anggana Raras

P

22

Ajeng listianingrum

P

23

Alfarizi salman

L

24

Agus triono

L

25

Andri yanto

L

26

Anggi prasetyo

P

27

Ardha Fadhila

P

28

Aryo Prayogi

L

29

Azka Sabria

P

30

Arya Rafsanjani

L

31

Bagus andi P

L

32

Bagus Wiharyono

L

33

Bambang P

L

34

Barry subarkah

L

35

Budi prabowo

L

36

Bambang wijanarko

L

37

Baharudin

L

38

Budiono

L

39

Basuki

L

40

Bima sakti

L

BAB 3

Sistem Pembagian SHU (Sisa Hasil Usaha)


Berdasarkan Laporan SHU(Sisa Hasil Usaha) pada koperasi Sekolah Per-31 Desember 2007 dan 2008 Maka jumlah Sisa Hasil Usaha (SHU) yang didapat pada satu periode ini adalah Rp 73.520.000 Untuk itu system pembagian SHU (Sisa Hasil Usaha) nya sebagai berikut:

a. Berdasarkan pada cadangan koperasi:
Jumlah SHU(Sisa Hasil Usaha) X 40%
Maka
Rp. 73.520.000,- x 40% = Rp. 29.408.000,-

Dengan begitu jumlah Cadangan koperasi untuk satu periode ini adalah Rp.29.408.000,-

b. Berdasarkan pada Jasa Anggota::
Pada Jumlah SHU (Sisa Hasil Usaha) system pembagiannya yaitu
Jumlah SHU (Sisa Hasil Usaha) x 30%
Maka
Rp.73.520.000.- x 30% = Rp. 22.056.000,-

Dengan begitu jumlah Jasa Anggota koperasi untuk satu periode ini adalah Rp. 22.056.000,-

c. Berdasarkan pada jasa pengurus

Pada Jumlah SHU (Sisa Hasil Usaha) system pembagiannya yaitu
Jumlah SHU (Sisa Hasil Usaha) x 10%
Maka
Rp. 73.520.000,- x 10% = Rp. 7.352.000,-

Dengan begitu jumlah Jasa Anggota koperasi untuk satu periode ini adalah Rp. 7.352.000,-

d. Berdasarkan pada Jasa Pembangunan Lingkungan:

Pada Jumlah SHU (Sisa Hasil Usaha) system pembagiannya yaitu
Jumlah SHU (Sisa Hasil Usaha) x 10%
Maka

Rp73.520.000,- x 10% = Rp. 7.352.000,-


Dengan begitu jumlah Jasa Pembanguna Lingkungan koperasi untuk satu periode ini adalah Rp Rp. 7.352.000,-

e. Berdasarkan pada Jasa Simpanan

Pada Jumlah SHU (Sisa Hasil Usaha) system pembagiannya yaitu
Jumlah SHU (Sisa Hasil Usaha) x 5%
Maka

Rp73.520.000,- x 5% = Rp. 3.676.000,-

Dengan begitu jumlah Jasa Simpanan koperasi untuk satu periode ini adalah Rp. 3.676.000,-

f. Berdasarkan pada Jasa Bakti Sosial

Pada Jumlah SHU (Sisa Hasil Usaha) system pembagiannya yaitu
Jumlah SHU (Sisa Hasil Usaha) x 5%
Maka

Rp. 73.520.000,- x 5% = Rp. 3.676.000,-

Dengan begitu jumlah Jasa Bakti Sosial koperasi untuk satu periode ini adalah Rp3.676.000,-

Bab 4

Persentase Pembagian SHU (Sisa Hasil Usaha)

Berdasarkan system pembagian SHU (Sisa Hasil Usaha) yang telah didapat pada satu periode ini maka:

a. Persentase untuk cadangan koperasi sebesar 40%, hal ini dilakukan pada setiap satu periode karena untuk membantu anggota apabila mengalami pasang surut didalam badan koperasi ini, serta apabila terjadi inflasi atau kebutuhan akan kehidupan eknomi anggota meningkat maka cadangan koperasi inilah yang akan membantu anggota

b. Persentase untuk jasa anggota sebesar 30%, hal ini dilakukan setiap satu periode dan rutin dilaksanakan setiap tahunya agar para anggota dapat menikmati SHU yang merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku yang dikurangi biaya, penyusutan dan kewajiban lainnya

c. Persentase untuk jasa pengurus sebesar 10%, hal ini dilakukan agar pengurus koperasi yang menangani setiap permasalahan yang ada dikoperasi dapat lebih giat lagi dalam menangani hal-hal yang terdapat didalam koperasi karena tel;ah di beri jasa sesuai dengan pekerjaannya.

d. Persentase untuk jasa pembangunan lingkungan sebesar 20%

e. Persentase untuk jasa simpanan sebesar 30%

f. Persentase untuk jasa bakti sosial sebesar 10%

Minggu, 27 Desember 2009

curhat

hari ini hari yang membosankan banget,kenpa y di selalu begitu sama gw...
apa dia merasa bosan sama gw......

Sabtu, 21 November 2009

Tidur untuk bayi dan orang dewasa

Bab 1

PENDAHULUAn

1.1 Latar Belakang Masalah

Tidur adalah Normal,proses alamiah dan merupakan kondisi istirahat yang diperlukan oleh manusia secara regular. Keadaan tidur ini ditandai oleh berkurangnya gerakan tubuh dan penurunan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitarnya.Tidur merupakan proses pemulihan fungsi otak dan tubuhnya (restorative function)untuk mempertahankan kelangsungan hidup.

1.2 Fisiologi Dasar Tidur

Tahapan tidur pada anak dan orang dewasa ternyata terdapat pula pada bayi baru lahir yaitu Tidur Tenang atau Non REM (Non rapid eye movement) dan tidur aktif atau REM .Pada bayi tidur normal,anak dan dewasa mempunyai periode REM dan Non REM yang berubah-ubah beberapa kali selama tidur malam hari.

Perkembangan pola tidur ini berkaitan dengan umur dan bertambah besarnya anak (maturitas otak),maka jumlah total tidur yang diperlukan berkurang dan diikuti dengan penurunan proporsi REM dan Non REM.

A. Tidur Non REM

Tidur Non REM terdiri dari 4 Tahap yaitu :

1. Tidur terjadi bila merasakan ngantuk dan mulai tertidur. Jika telepon berbunyi atau ada sesuatu sampai terbangun,sering kali tidak merasakan bahwa sebenarnya kita telah tertidur.

2. Selama tidur seluruh tubuh kita seperti berada pada tahap tidur yang lebih dalam.tidur masih mudah dibangunkan, meskipun kita benar-benar berada dalam kedaan tidur

3. Orang yang tertidur cukup pulas, rileks sekali karena tonus otot lenyap sama sekali.

4. Tidur paling nyenyak,tanpa mimpi dan sulit dibangunkan,dan orang akan bingung bila terbangun langsung,dan memerlukan waktu beberapa menit untuk meresponnya.

B. Tidur REM

Tidur REM sangat berbeda dari tidur Non REM. Tidur REM adalah tahapan tidur yang

Sangat aktif. Pola nafas dan denyut jantung tak teratur dan tidak terjadi pembentukan

Keringat. Tahap tidur ini di duga berperan dalam memulihkan pikiran,menjernihkan rasa

Kuatir dan daya ingat dan mempertahankan fungsi sel-sel otak.

1.3 Siklus Tidur

Siklus tidur pada orang dewasa biasanya terjadi pada setiap 90 menit. Pada 90 menit pertama seluruh tahap tidurnya adalah Non REM.Setelah 90 menit, akan muncul periode tidur REM,yang kemudian kembali ke tahap tidur Non REM. Setelah hamper 90 menit tahap tidur REM terjadi.

Bila terjadi ganguan tidur,periode REM akan muncul lebih awal pada malam itu,setelah kira-kira 30-40 menit. Orang juga akan mendapatkan tidur lebih banyak,bila hari sebelum terjadi gangguan tidur.

Pola Tidur bayi sangat berbeda dengan tidur pada anak,remaja, dan orang dewasa. Pola tidur pada bayi dimulai sejak didalam kandungan,sebelum lahir.

1.4 Mekanisme Tidur- Bangun di otak

Tidur merupakan aktivitas dari area terterntu di otak yang menyebabkan tidur, dari pada masukan sensorik yang menurun di korteks serebri. Stimulasi pada area ini akan menghasilkan tidur,sebaliknya kerusakan akan mengakibatkan gangguan tidur.

Siklus tidur-Bangun di control oleh aktivitas neuron didalam sistem reticular activating system (RAS). RAS terdiri dari sistem retikulasi batang otak,posterior hipotalamus dan basal otak depan.Mekanisme bangun-tidur ini sesungguhnya belum diketahui secara pasti. Aktivitas Neuron di pons,mid brain,dan posterior hipotalamus penting untuk keadaan bangun.sedangkan aktivitas di medulla yang penting untuk stimulasi keadaan tidur. Siklus tidur-bangun ini mungkin terintegrasi di basal otak depan.

Secara Farmakologik, kini sudah ada bukti bahwa tidur non REM sangat berhubungan dengan mekanisme serontoninenergik dan tidur REM di pengaruhi oleh mekanisme adrenergic. Konsentrasi norepineprindan serotonim di korteks mencapai puncak pada waktu bangun,terendah dalam tidur REM dan intermediet pada tidur nonREM.

Terdapat pula mekanisme spesifik otak,yang dapat membangkitkan tidur nonREM dan tidur REM. Lesi di anterior hipotalamus dan area yang berdekatan dengan otak depan (basal otak depan) akan mengakibtkan insomnia yang berkepanjangan.Aktivitas neuron di area ini maksimal selama tidur non REM, dan sangat kurang selama tidur REM dan keadaan bangun.

BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 Landasan Teori

Tidur merupakan interaksi yang kompleks dari multiple sistem neurotransmitter,dan sistem regulasi tidur dengan mekanisme lain,sebagai contoh mekanisme yang mengatur temperature,pola pernapasan dan tekanan darah. Kira-kira 2/3 kehidupan bayi baru lahir digunakan untuk tidur. Seluruh kejadian selama tidur merupakan refleksi dari aktivitas neuron tertentu di susunan saraf pusat yang berubah secara dramatis sesuai dengan perkembangan bayi.oleh karena itu tidur sangat berhubungan dengan perkembangan anak,dan sekaligus merupakan jendela dari perkembangan otak anak selanjutnya.

Tidur yang sering pada waktu menderita sakit infeksi,dapat membantu mempercepat proses penyembuhan.hal Ini karena pengaruh meningkatnya sistem imunitas tubuh yang memproduksi protein tertentu untuk merespon infeksi.oleh karena itu tidur berperan juga meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.

2.2 Pengaruh Tidur : Kecerdasan, Belajar, dan Penampilan di sekolah

Tidur juga berpengaruh pada proses pembelajaran,intelegensia dan penampilan di sekolah. Pada kondisi ini, bayi terlihat cerah, matanya cerdas,rileks sangat posesif,meskipun tubuhnya relative kurang aktif,yang sering disebut dengan “alooker dan a thinker.Tingginya konsentrasi kortisol pada bayi ternyata berhubungan dengan penurunan lamanya tidur nonREM, Jadi ada kaitannya antara factor kimiawi,pola tidur dan perilaku pada saat bangun.

Tidur pagi dan siang ternyata mempunyai pengaruh tersendiri terhadap proses tumbuh-kembang anak,begitu pula antara tahapan tidur nonREM dan REM.penelitian memperlihatkan hubungan yang kuat antara tidur siang dengan lamanya atensi,lamanya berada dalam keadaan”quite alert”,dan cepatnya proses pembelajaran.

Adaptasi adalah proses sangat penting untuk keberhasilan sekolahnya.anak yang tidak tidur siang, dan tidak adaptif ternyata tidur lebih sering mengalami sulit tidur malam.Pada orang dewasa efek gangguan tidur lebih mengarah pada factor emosi,sedangkan pada bayi dan anak lebih pada kognitif,pertumbuhan,penampilan motoriknya dan perkembangan otaknya.

2.3 Konsekuensi Kurang Tidur

Bayi untuk anak yang tidak dapat tidur dengan baik akan menjadi overaroused dan menjadi lebih sulit untuk memulai tidur. Bayi normal umumnya mempunyai perilaku rewel antara 3-14 minggu, hal ini karena immaturitas sistem susunan saraf pusatnya terlalu di penuhi oleh berbagai rangsangan. Bayi yang rewel dan sering terganggu tidur malamnya cenderung kurang mampu memfokuskan perhatiannya atau berkonsentrasi. Akibatnya mereka mengalami keterlambatan dalam ketrampilan motoriknya. Bila sulit tidur ini berlanjut,maka anak akan menjadi kurang motivasi, rasa keingintahuannya hilang, daya tangkap dan ingat berkurang sehingga proses belajar dan perkembangan mentalnya terganggu.

Defisit tidur berkepanjangan tidak hanya berdampak pada bayi atau anak itu sendiri seperti perubahan fisik,emosi,spikologis,social dan status kesehatannya,tetapi juga berdampak pada orang tua,keluarga,dan bahkan tetangga.

Tidur adalah kegiatan yang tidak terpisahkan dari hidup kita, karena tidur merupakan kesempatan bagi tubuh untuk mengurangi volume pekerjaannya, dan secara khusus berkonsentrasi untuk memperbaiki sel-sel, organ-organ, sistem kerja, dan mempersiapkan untuk bekerja lagi besok harinya.


BAB 3

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan

1. Tidur merupakan kebutuhan yang utama pada anak.

2. Untuk anak seusia dini, masih diperlukan tidur sebanyak 12-13 jam hari. Tidur siang

Juga masih menjdi kebutuhan.

3. Bagi anak,tidur merupakan kebiasaan yang bisa diciptakan sejak anak masih bayi.

4. memang tidak dijelaskan bagaiman efeknya apabila anak tidur larut malam

3.2 Saran

Tidur telarut malam akan menjadi kesulitan bangun pagi dan menganggu dalam berkonsentrasi belajarnya. Dan proses pertumbuhan tinggi badan anak berlangsung secara maksimal.

Sumber data :

Puskesmas simpang empat

(Www.wordpress.com)